"Dalam fakta persidangan terungkap, Fujika Senna Oktavia menikmati uang hasil jual beli hibah Pokir milik Kusnadi sebesar Rp14,803 M yang diingat, beberapa mobil mewah, rumah mewah di Pakuwon, Rungkut, Lamongan, Emas dan Puluhan ribu meter tanah di beberapa lokasi, kini menjadi sorotan publik sejak dihadrikan di dipersidangan" Ditulis oleh : Jentar S
BERITAKORUPSI.CO —Nama Fujika Senna Oktavia kembali mencuat dalam pusaran perkara dugaan korupsi “uang ijon” hibah Pokir DPRD Jawa Timur periode 2019–2024. Janda muda tanpa anak yang menikah sirih pada tahun 2019 dengan Kusnadi (Akm) selaku Ketua DPRD Jatim tak lama setelah perceraiannya dengan suami pertamanya di Pengadilan Agama Lamongan pada tahun 2018, kini menjadi sorotan tajam publik. Pertanyaannya, tinggal menunggu waktukah status tersangka akan disematkan kepadanya?
Sebelum menikah sirih, Fujika Senna Oktavia sudah terbiasa diajak Kusnadi kunjungan kerja ke luar kota seperti Bali maupun hanya berdua, dan selama itu Fujika Senna Oktavia sudah terbiasa melihat uang ratusan juta hingga miliaran berserakan di dalam mobil Kusnadi
Baca juga :
Perempuan Dibalik Perkara Korupsi "Ijon" Dana Pokir DPRD Jatim: JPU KPK Akan Menghadirkan Fujika Senna Oktavia, istri Kedua Kusnadi (Alm) Selaku Ketua DPRD - https://www.beritakorupsi.co/2026/01/perempuan-dibalik-perkara-korupsi-ijon.html
Istri Sirih Kusnadi Bongkar Skema “Uang Ijon” Hibah Pokir DPRD Jatim: Nikmati Rp14,8 Miliar, Nama-Nama Besar Ikut Disebut - https://www.beritakorupsi.co/2026/01/istri-sirih-kusnadi-bongkar-skema-uang.html
Istri Sirih Kusnadi Bongkar Skema “Uang Ijon” Hibah Pokir DPRD Jatim: Nikmati Rp14,8 Miliar, Nama-Nama Besar Ikut Disebut - https://www.beritakorupsi.co/2026/01/istri-sirih-kusnadi-bongkar-skema-uang.html
Aliran Dana Rp14,803 Miliar, Rumah Elit, Emas dan Tanah Terungkap di Sidang
Dalam fakta persidangan, terungkap angka Rp14,803 miliar yang disebut sebagai bagian dari aliran dana hasil jual beli hibah Pokir milik Kusnadi. Uang tersebut diduga berasal dari puluhan koordinator lapangan kelompok masyarakat (Korlap Pokmas) di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam fakta persidangan yang terungkap, sebagai istri sirih Ketua DPRD Jatim, Fujika memiliki keleluasaan menerima setoran uang hasil jual beli hibah Pokir milik suaminya yang jumlahnya ratusan juta hingga miliaran rupiah. Tak hanya menerima, Fujika juga turut mengelola dan mendistribusikan dana hibah Pokir milik Kusnadi kepada sejumlah pihak yang dikenalnya seperti Puspa, istri Terdakwa Jodi Pradana Putra Korlap Pokmas di Blitar termasuk ke lingkaran pejabat di Kabupaten Gresik serta disalurkan sendiri di Kabupaten Lamongan, daerah kelahirannya.
Dalam kurun waktu 1 tahun pernikahan sirihnya dengan Kusnadi, Fujika
Senna Oktavia telah memiliki 8 rekening Bank dan salah satunya digunakan
sebagai penampungan hasil jual beli hibah Pokir milik Kusnadi yang
disebut uang ijon. Dalam persidangan saat dihadirkan sebagai saksi,
Fujika mengaku tidak dapat merinci secara utuh jumlah uang yang
diterimanya karena jumlahnya sangat banyak termasuk orang-orsng yang
menyetorkan.
Selain memiliki rumah mewah dan 8 rekening, Fujika mengelola perusahaan tambang yang dibangun oleh Kusnadi, sementara Kusnadi juga telah memiliki perusahaan yaitu PT KUS, dimana Direkturnya adalah Tatang, nantan suami pertama Fujika. Selain menikah sirih dengan Kusnadi, Fujika juga menjalin hubungan asmara dengan 2 stafnya
Uang ratusan juta hasil jual beli hibah Pokir yang diterima Fujika secara tunai, kemudian diserahkan ke beberapa stafnya untuk disetorkan ke rekening masing-masing, setelah itu barulah diminta agar disetorkan kembali ke rekening milik Fujika
Aset Mewah dan Jejak Politik
Dari hasil jual beli hibah Pokir yang disebut uang ijon, Fujika Senna Oktavia menikmati sebesar Rp14,803 miliar yang diingatnya, kemudian beberapa mobil mewah diantarnya Mercy, Rubicon, Alfard, emas, rumah elit di Pakuwon, di Rungkut Surabaya,, Lamongan serta puluhan ribu meter tanah di berbagai beberapa lokasi
Uang ratusan juta hasil jual beli hibah Pokir yang diterima Fujika secara tunai, kemudian diserahkan ke beberapa stafnya untuk disetorkan ke rekening masing-masing, setelah itu barulah diminta agar disetorkan kembali ke rekening milik Fujika
Aset Mewah dan Jejak Politik
Dari hasil jual beli hibah Pokir yang disebut uang ijon, Fujika Senna Oktavia menikmati sebesar Rp14,803 miliar yang diingatnya, kemudian beberapa mobil mewah diantarnya Mercy, Rubicon, Alfard, emas, rumah elit di Pakuwon, di Rungkut Surabaya,, Lamongan serta puluhan ribu meter tanah di berbagai beberapa lokasi
Baca juga :
Cinta Segita Tiga Fujika Senna Oktavia, Istri Sirih Kusnadi Ketua DPRD Jatim Dibalik Perkara Korupsi “Uang Ijon” Hibah Pokir DPRD Jatim - https://www.beritakorupsi.co/2026/02/cinta-segita-tiga-fujika-senna-oktavia.html
Uang hasil jual beli hibah Pokir milik Kusnadi, dipergunakan untuk kepentingan politik. Di antaranya untuk pencalonan Fujika sebagai Bupati Lamongan, ambisi Kusnadi sebagai calon Gubernur Jawa Timur, serta mendukung Hasanuddin sebagai caleg DPRD Jatim periode 2024–2029. Namun ambisi Fujika tak tergapai.
Ironisnya, Kusnadi sepertinya ditinggal Fujika setelah ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK dan kemudian sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia pada Desember 2025. Sementara Hasanuddin sendiri masih sempat merasakan panas dinginnya udara politik di gedung DPRD Jatim sejak dilantik menjadi anggota DPRD Jatim periode 2024-2029 sebelum ditahan KPK pada Oktober 2025
Pendampingan Hukum dan Upaya Klarifikasi
Informasi yang diperoleh Informasi yang didapat BERITAKORUPSI.CO dari sumber terpercaya menyebutkan, Fujika Senna Oktavia telah menunjuk seorang Advokat Surabaya untuk mendampinginya dalam perkara dugaan korupsi uang ijon hibah Pokir DPRD Jatim ini. Namun hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi melalui sambungan telepon kepada advokat yang bersangkutan belum mendapatkan tanggapan.
Menanti Pengumuman KPK
Dengan fakta aliran dana miliaran rupiah, kepemilikan aset bernilai tinggi, serta dugaan keterlibatan dalam pengelolaan dana hibah Pokir, publik kini menanti langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi. Apakah Fujika Senna Oktavia akan tetap berstatus saksi, ataukah segera ditertibkan sebagai Tersangka?
Skandal “uang ijon” hibah Pokir DPRD Jatim ini menjadi ujian serius bagi KPK: akankah seluruh pihak yang diduga menikmati bisnis jual beli hibah Pokir berjumlah Rp8,369 triliun aliran dana turut dimintai pertanggungjawaban hukum atau KPK akan mundur secara pelan-pelan karena tak sanggup melawan tekanan politik atau intervensi dari berbagi arah mata angin?



Posting Komentar
Tulias alamat email :